RSS

Tugas Analisa laporan keuangan Soal 2-13,56

19 Mar

2-13. Sebutkan 2 macam konservatisme , konservatisme yang manakah yang lebih berguna untuk analisis ?

Jawab :

Konservatisme adalah suatu prinsip di dalam pelaporan keuangan dimana didalam melaporkan laba dan aktiva lebih rendah atau melaporkan utang lebih tinggi, praktek dimana mengurangi laba dalam menanggapi berita buruk, tetapi tidak meningkatkan laba di dalam menanggapi berita baik

 

Faktor-faktor yang konservatisme terus-menerus mendominasi dalam laporan keuangan karena konsentrasi kepemilikan di Indonesia, kontrak utang, dll. Disamping itu, peran konservatisme mampu dalam mengurangi konflik antara pemegang saham dan pemegang obligasi pada saat pengumuman deviden.

 

Konservatisme ada 2 macam yaitu : konservatisme tak bersyarat dan konservatisme bersyarat. Jika saya seorang analis, saya lebih memilih konservatisme tak bersyarat yang lebih berguna karena konservatisme mengarah pada nilai aset yang lebih rendah secara perpetual. Aset bersih dari suatu perusahaan akan selalu lebih rendah sedangkan konservatisme bersyarat adanya pengurangan potensi arus kas di kemudian hari sedangkan peningkatan di kemudian hari, akuntan tidak menaikkan nilainya dan hanya mencerminkan kenaikan potensi arus kas selama periode secara perlahan hanya apabila arus kas benar-benar terjadi. Menurut saya cukup merugikan jika kita memilih akuntansi konservatif bersyarat.

 

2-56 apakah yang dicakup bagian pendapat dari laporan auditor ?

Jawab :

Seksi ini berlaku untuk laporan auditor yang diterbitkan berkaitan dengan audit¹ atas laporan

keuangan historis yang ditujukan untuk menyajikan posisi keuangan, hasil usah, dan arus kas sesuai

dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Seksi ini berisi berbagai tipe laporan

auditor, penjelasan berbagai keadaan yang sesuai dengan tipe laporan masing-masing, dan berbagai

contoh laporan auditor.

 

Seksi ini tidak berlaku untuk laporan keuangan yang tidak diaudit seperti dijelaskan dalam SA

Seksi 504 [PSA No. 37] Pengaitan Nama Auditor dengan Laporan Keuangan, dan untuk laporan

atas informasi keuangan yang tidak lengkap atau penyajian khusus lain seperti yang dijelaskan dalam

SA Seksi 623 [PSA No. 41] Laporan Khusus.

Pernyataan pendapat auditor harus didasarkan atas audit yang dilaksanakan

berdasarkan standar auditing dan atas temuan-temuannya. Standar auditing antara lain memuat empat

standar pelaporan.2 Seksi ini terutama bersangkutan dengan hubungan standar pelaporan keempat

dengan bahasa3 yang dipakai dalam laporan auditor.

Standar pelaporan keempat berbunyi sebagai berikut:

“Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat atas laporan keuangan secara

keseluruhan atau memuatsuatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. jika

pendapatsecara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dikemukakan. Dalam hal

nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan auditor harus memuat

petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan, jika ada, dan tingkat

tanggung jawab yang dipikul oleh auditor. ”

Tujuan standar pelaporan keempat tersebut adalah mencegah agar tidak terjadi penafsiran

yang keliru mengenai tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor, apabila namanya dikaitkan

dengan laporan keuangan. Keterangan dalam standar pelaporan keempat mengenai laporan

keuangan “secara keseluruhan” berlaku sama, baik untuk satu perangkat laporan keuangan yang

lengkap maupun untuk salah satu unsur laporan keuangan saja, misalnya neraca, untuk satu atau

beberapa periode akuntansi. (Paragraf 65 membahas standar pelaporan keempat yang berlaku untuk

laporan keuangan komparatif). Auditor dapat menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian

atas salah satu unsur laporan keuangan dan menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian

atau menyatakan tidak memberikan pendapat, atau menyatakan pendapat tidak wajar atas unsur

laporan keuangan lainnya, apabila keadaan mengharuskan perlakuan demikian.

Laporan auditor biasanya diterbitkan dalam hubungannya dengan laporan keuangan pokok

suatu entitas yang terdiri dari neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan

arus kas. Setiap laporan keuangan auditan harus secara khusus disebut dalam paragraf pengantar

dalam laporan auditor. Jika laporan keuangan pokok meliputi suatu laporan terpisah tentang perubahan

akun (account) ekuitas, hal ini harus disebutkan dalam paragraf pengantar dalam laporan auditor,

namun tidak perlu disebut secara terpisah dalam paragraf pendapat, karena perubahan tersebut

merupakan bagian dari penyajian posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas.

.

 
Leave a comment

Posted by on March 19, 2011 in analisis laporan keuangan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: